PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode
dan teknik pembelajaran merupakan bagian sistem yang tidak terlepas dari
komponen-komponen lain, lalu berinteraksi didalamnya. Salah satu komponen dalam
proses tersebut adalah metode dan teknik pembelajaran. Setiap guru yang akan
mengajar, idealnya membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran [RPP], dengan
menampilkan standar kompetensi dasar alokasi waktu metode media evaluasi yang
tepat.[1]
Sehingga membantu guru dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran
sesuai kondisi psikologi, kemampuan pikiran, karakter dan prilaku. Pelaksanaan
proses pembelajaran, guru kadang lupa memperhatikan aspek psikologi anak,
utamanya tahap perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik. Proses
pembelajaran kadang tidak sesuai dengan target guru, sehingga apa yang
ditangkap peserta didik tidak sesuai dengan keinginan dan kemampuan peserta
didiknya.
Metode
pembelajaran yang dipilih guru terkadang tidak berdasarkan perkembangan
kognitif perserta didik. Pengajar seharusnya perlu mengetahui tingkat
perkembangan anak agar tujuan yang diinginkan bisa tercapai dengan baik dan
sesuai dengan harapan. Metode dan teknik apapun hendaknya memperhatikan kondisi
perkembangan kognitif peserta didik, bukan hanya sekedar melaksanakan rutinitas
belaka, tanpa adanya target lebih lanjut tentang makna dan tujuan metode
pembelajaran, hal ini merupakan proses pendidikan, sehingga dalam perkembangan
kognitif peserta didik mengarah secara dinamis.
Hal
ini menyebabkan guru tidak tahu harus bagaimana mengembangkan potensi yang ada
pada diri peserta didiknya. Wajar bila kelulusan hasil pembelajaran ketika
menghadapi ujian maupun semesteran tidak maksimal. Lembaga pendidikan kurang
siap dalam menghadapi kenyataan di lapangan akan tentangan pendidikan dinamis,
proses pendidikan yang terjadi pada lembaga pendidikan hanya merupakan proses
regulasi kelas belaka, misalnya naik kelas atau naik tingkat madrasah bukan kerena
mereka telah menguasai apa yang seharusnya mereka kuasai, tetapi karena
regulasinya mengharuskan untuk naik kelas atau naik tingkat. Hanya mereka
menganggap sudah menguasai materi lewat jalur tes, yang kebanyakan dari mereka
berhasil karena hafal dari materi yang diajarkan.
Selanjutnya
metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan
demikian, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan
seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Apabila
antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran
sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang
disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya
merupakan bentuk pembelajaran yang tergambarkan dari awal sampai akhir yang
disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan
bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan dalam makalah ini dirumuskan
permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana pengertian metode mengajar dalam
pendidikan Islam?
2. Apa Saja dasar-dasar dari metode mengajar
tersebut?
3. Bagaimana pengertian teknik mengajar dalam
pendidikan Islam?
4. Apa saja dasar-dasar dari teknik mengajar
tersebut?
Keempat pertanyaan di
atas akan menjadi sasaran pembahasan kami, dengan harapan pembahasan yang kami
lakukan menjadi terarah.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Metode Mengajar Dalam Pendidikan
Islam
1. Pengertian Metode
Mengajar Dalam Pendidikan Islam
Sebelum
lebih jauh kita membahas mengenai pengertian metode pendidikan Islam, maka kita
harus mengetahui pengertian dari setiap kata tersebut. Maka dengan ini penulis
menguraikan menjadi dua kata, yaitu kata metode dan kata pendidikan Islam.
Metode
berasal dari dua perkataan yaitu meta yang artinya adalah melalui dan hodos
yang berarti jalan atau cara[2].
Dapat disimpulkan bahwa metode adalah suatu jalan atau cara yang dilalui untuk
mencapai suatu tujuan. Adapun istilah metodologi berasal dari kata metoda dan
logi. Logi berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti akal atau ilmu. Jadi
metodologi artinya ilmu tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk
mencapai suatu tujuan.
Dalam
bahasa Arab kata metode diungkapkan dalam berbagai kata. Terkadang digunakan
kata atthariqah, manhaj, dan alwashilah. Thariqah berarti jalan, ,manhaj
berarti sistem, dan washilah berarti perantara atau mediator. Dengan demikian
kata yang paling dekat dengan metode adalah kata thariqah. Karena sebagaimana
dijelaskan pada awal paragraf secara bahasa metode adalah suatu jalan untuk
mencapai suatu tujuan[3].
Dengan
pendekatan kebahasaan tersebut nampak bahwa metode lebih menunjukkan kepada
jalan, dalam arti jalan yang bersifat non fisik. Yaitu jalan dalam bentuk
ide-ide yang mengacu pada cara menghantarkan seseorang untuk mencapai pada
tujuan yang ditentukan.
Sedangkan
pendidikan Islam dalam arti sempit, adalah bimbingan yang dilakukan seseorang
yang kemudian disebut pendidik., terhadap orang lain yang kemudian disebut
peserta didik. Terlepas dari apa dan siapa yang membimbing, yang pasti
pendidikan diarahkan untuk mengembangkan manusia dari berbagai aspek dan
dimesnsinya, agar ia berkembang secara maksimal.
Dengan
demikian metode tersebut memiliki posisi penting dalam mencapai tujuan. Metode
adalah cara yang paling cepat dan tepat dalam memperoleh tujuan yang diinginkan[4].
Jika metode dapat dikuasi maka akan memudahkan jalan dalam mencapai tujuan
dalam pendidikan Islam.
2. Dasar – Dasar Umum
Metode Pendidikan Islam
Metode
Pendidikan Islam dalam penerapannya banyak menyangkut permasalahan individual
atau sosial peserta didik dan pendidik itu sendiri sehingga dalam menggunakan
metode seorang pendidik harus memperhatikan dasar-dasar umum metode pendidikan
islam, sebab metode pendidikan itu hanyalah merupakan sarana atau jalan menuju
tujuan pendidikan, sehingga segala jalan yang ditempuh oleh seorang pendidik
haruslah mengacu pada dasar–dasar metode pendidikan tersebut[5].
Dalam hal ini tidak bisa terlepas dari dasar agamis, biologis, psikologis, dan
sosiologis.[6]
a.
Dasar Agama
Al-Qur’an
dan hadits tidak bisa dilepaskan dari pelaksanaan metode pendidikan Islam.
Dalam kedudukannya sebagai dasar ajaranisalam, maka dengan sendirinya, metode
pendidikan islam harus merujuk pada kedua sumber ajaran tersebut, sehingga
segala penggunaan dan pelaksanaan metode pendidikan islam tidak menyimpang dari
tujuan pendidikan itu sendiri. Misalnya dalam mata pelajaran olahraga, maka
seorang pendidik harus mampu menggunakan metode yang didalamnya terkandung
ajaran Al–Qur’an dan Al–Hadits, seperti masalah pakaian yang islami dan
lain–lain praktek olahraga.
b.
Dasar Biologis
Dalam
memberikan pendididkan dalam pendidikan islam, seseorang pendidik harus
memperhatikan perkemangan biologis anak didik. Perkembangan kondisi jasmani
(bologis) seseorang juga mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap dirinya.
Sesseorang yang menderita cacat jasmani akan mempunyai melemahan dan kelebihan
yang mungkin tidak dimiliki orang lain normal, misalnya seseorang yang
mempunyai penyakit pada matanya (rabun jauh), maka ia cenderung duduk dibangku
barisan depan (walaupun tidak selamanya yang duduk didepan itu menderita
penyakit pada matanya), karena dia duduk didepan, maka dia tidak dapat bermain-main
pada waktu guru memberikan keterangan materi pelajaran. Sehingga ia
memperhatikan seluruh uraian guru. Karena hal ini berlangsung terus-menerus,
maka dia akan mempunyai pengetahuan lebih dibanding dengan temannya yang lain,
apalagi ia termotivasi dengan kelainan mata tersebut.
Berdasarkan
hal, ini maka dapat dikatakan bahwa perkembangan jasmani dan kondisi jasmani
itu sendiri, memegang peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan.
Sehingga dalam menggunakan metode pendidikan seseorang pendidik harus bijaksana
dan memperhatikan kondisi biologis peserta didik.
c.
Dasar psikologis
Metode
pendidikan baru dapat diterapkan secara efektif, bila didasarkan pada
perkembangan dan kondisi psikologi peserta didik. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa dalam menggunakan metode pendidikan seorang pendidik disamping
memperhatikan kondisi jasmani peserta didik juga perlu memperhatikan kondisi
jiwa atau rohaninya, sebab manusia pada hakikatnya terdiri dari dua unsur,
yaitu jasmani dan rohani, yang kedua-duanya merupakan satu kesauan yang tak
dapat dipisah-pisahkan.
Kondisi
psikologis yang menjadi dasar dalam metode pendidikan Islam berupa sejumlah
kekuatan psikologi peserta didik termasuk motivasi, emosi, minat, sikap,
keinginan, kesediaan, bakat dan kecakapan akal (intelektualnya) sehingga
seorang pendidik dituntut untuk mengembangkan potensi psikologis yang ada pada
peserta didik.
d.
Dasar Sosiologis
Interaksi
yang terjadi antara sesama siswa dan interaksi antara guru dan siswa, merupakan
interaksi timbal balik yang kedua belah pihak akan saling memberikan dampak
positif pada keduanya. Dalam kenyataan secara sosiologis seorang individu dapat
memberikan pengaruh pada lingkungan sosial masyarakatnya dan begitu pula
sebaiknya. Oleh karena itu, guru sebagai pendidik dalam berinteraksi dengan
siswanya hendaklah memberikan tauladan dalam proses sosialisasi dengan pihak
lainnya, seperti dikala berhubungan dengan siswa, sesama guru, karyawan, dan
kepala sekolah.
Dari
beberapa uraian di atas dapat dikatakan bahwa pelaksanaan metode pendidikan
Islam harus dijalankan atas dasar agama, biologis, psikologis, dan sosiologis.
Dengan keempat dasar tersebut metode pendidikan akan mampu melaksanakan
perannya sebagai jembatan menuju tercapainya tujuan pendidikan Islam.
3. Prinsip-Prinsip
Metode Pendidikan Islam
Metode
pendidikan Islam harus diguankan dengan memperhatikan prinsip-prinsip yang
mampu memberikan pengarahan dan petunjuk tentang pelaksanaan metode penddikan
tersebut sebab dengan prinsip-prinsip ini diharapkan metode pendidikan Islam
dapat berfungsi lebih efektif dan efisien dan tidak menyimpang dari tujuan
semula dari pendidikan Islam. oleh karena itu, seorang pendidik
perlumemperhatikan prinsip-prinsip metode pendidikan, sehingga para pendidik
mampu menerapkan metode yang tepat dan cocok sesuai dengan kebutuhannya.
Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Prinsip Mempermudah
Metode
pendidikan yang digunakan oleh pendidik pada dasarnya adalah menggunakan suatu
cara yang memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk menghayati dan
mengamalkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sekaligus mengidentifikasi
dirinya dengan nilai-nilai yang terdapat dalm ilmu pengetahuan dan ketreampilan
tersebut sehingga metode yang digunakan haruslah mampu membuat peserta didik untuk
merasa mudah menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan itu. Inilah barangkali
yang perlu dipahami oleh seorang pendidik. Pendidik tidak harus menggunakan
metode yang muluk-muluk sementara materi yang disampaikan tidak mampu diserap
oleh peserta didik. Bagaimana peserta didik akan mengaktualisasikan nilai-nilai
materi tersebut, sementara materinya itu sendiri belum dapat dipahami dan
dikuasai oleh peserta didik.
b. Berkesinambungan
Berkesinambungan
dijadikan sebagai prinsip metode pendidikan Islam, karena dengan asumsi bahwa
pendidikan Islam adalah sebuah proses yang akan berlangsung terus menerus,
sehingga dalam menggunakan metode pendidikan seorang pendidik perlu
memperhatikan kesinambungan pelaksanaan pemberikan materi. Jangan hanya karena
mengejar target kurikulum seorang pendidik menggunakan metode yang efektif yang
pada gilirannya akan memberikan pengaruh yang negatif pada peserta didik karena
peserta didik merasa dibohongi oleh pedidik.
c.
Fleksibel dan Dinamis
Metode
pendidikan Islam harus digunakan dengan prinsip fleksibel dan dinamis, sebab
dengan kelenturan dan kedinamisan metode tersebut, pemakaian metode tidak hanya
monoton dan zaklik dengan satu macam metode saja. Seorang pendidik mampu
memilih salah satu dari berbagai alternatif yang ditawarkan oleh para pakar
yang dianggapnya cocok dan prasarana, situasi dan kondisi lingkungan, serta
suasana pada waktu itu. Dan prinsip kedinamisan ini berkaitan erat dengan
prinsip berkesinambungan, karena dalam kesinambungan tersebut metode pendidikan
Islam akan selalu dinamis bila disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.
4. Metode-Metode
Pendidikan Islam
Para
ahli didik Islam telah merumuskan berbagai metode pendidikan Islam telah
merumuskan berbagai metode pendidikan Islam,[7]
diantaranya :
a.
Metode Teladan
Dalam
al-Qur’an kata teladan disamakan pada kata Uswah yang kemdian diberikan sifat
dibelakangnya seperti sifat hasanah yang berarti baik. Sehingga dapat
terungkapkan menjadi Uswatun Hasanahyang berarti teladan yang baik. Kata uswah
dalam al-Qur’an diulang sebanyak enam kali dengan mengambil contoh Rasullullah
SAW, Nabi Ibrahim dan kaum yang beriman teguh kepada Allah. Firman Allah SWT
dalam surat al-Ahzab :
لقد كان لكم في رسو ل الله اسوة حسنة
“Sesungguhnya
dalam diri Rasullullah itu kamu dapat menemukan teladan yang baik.”[8]
Metode
ini dianggap sangat penting karena aspek agama yang trpenting adalah akhlak
yang termasuk dalam kawasan aektif yang terwujud dalam tingkah laku (behavioral).
Mendidik
dengan contoh (keteladanan) adalah satu metode pembelajaran yang dianggap besar
pengaruhnya. Segala yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam kehidupannya,
merupakan cerminan kandungan Alquran secara utuh. Dengan demikian, keteladanan
menjadi penting dalam pendidikan, keteladanan akan menjadi metode yang ampuh
dalam membina perkembangan anak didik. Keteladanan sempurna, adalah keteladanan
Rasulullah saw., yang dapat menjadi acuan bagi pendidik sebagai teladan utama, sehingga
diharapkan anak didik mempunyai figur pendidik yang dapat dijadikan panutan.
b.
Metode Nasihat
Al-Qur’an
juga menggunakan kalimat-kalimat yang menyentuh hati untuk mengarahkan manusia
kepada ide yang dikehendakinya. Inilah yang kemudian dikenal nasihat. Tetapi
pada setiap nasihat yang disampaikannya ini selalu dengan teladan dari I
pemberi atau penyampai nasihat itu. Ini menunjukkan bahwa antara satu metode
yakni nasihat dengan metode lain yang dalam hal ini keteladanan bersifat
melengkapi.
c.
Metode Ceramah
Metode
ini merupakan metode yang sering digunakan dalam menyampaikan atau mengajak
orang mengikuti ajaran yang telah ditentukan. Metode ceramah sering
disandingkan dengan katakhutbah. Dalam al-Qur’an sendiri kata tersebut diulang
sembilan kali. Bahkan ada yang berpendapat metode ceramah ini dekat dengan
katatablih,yaitu menyampaikan sesuatu ajaran. Pada hakikatnya kedua arti
tersebut memiliki makna yang sama yakni menyampaikan suatu ajaran.
Pada
masa lalu hingga sekarang metode ini masih sering digunakan, bahkan akan selalu
kita jumpai dalam setiap pembelajaran. Akan tetapi bedanya terkadang metode ini
di campur dengan metode lain. Karena kekurangan metode ini adalah jika sang
penceramh tidak mampu mewakili atau menyampaikan ajaran yang semestinya haus
disampaikan maka metode ini berarti kurang efektif. Apalagi tidak semua guru
atau pendidik memiliki suara yang keras dan konsisten, sehingga jika
menggunakan metode ceramah saja maka metode ini seperti hambar.
d.
Metode Tanya
Jawab
Tanya
jawab merupakan salah satu metode yang menggunakan basis anak didik menjadi
pusat pembelajaran. Metode ini bisa dimodif sesuai dengan pelajaran yang akan
disampaikan. Bisa anak didik yang bertanya dan guru yang menjawab atau bisa
anak didik yang menjawab pertanyaan dari gurunya.
Didalam
Al-Qur’an hal ini juga digunakan oleh Allah agar manusia berfikir.
Pertanyaan-pertanyaan itu mampu memancing stimulus yang ada. Adapun contoh yang
paling jelas dari metode pendidikan Qur’an terdapat didalam surat Ar-Rahman.
Disini Allah SWT mengingatkan kepada kita akan nikmat dan bukti kekuasaan-Nya,
dimulai dari manusia dan kemampuannya dalam mendidik, hingga sampai kepada
matahari, bulan, bintang, pepohonan, buah-buahan, langit dan bumi.
e.
Metode Diskusi
Metode
diskusi diperhatikan dalam al-Qur’an dalam mendidik dan mengajar manusia dengan
tujuan lebih memantapkan pengertian dan sikap pengetahuan mereka terhadap
sesuatu masalah. Sama dengan metode diatas metode diskusi merupakan salah satu
metode yang secara tersirat ada dalam al-Qur’an.
Diskusi
juga merupakan metode yang langsung melibatkan anak didik untuk aktif dan
kreatif dalam pembelajaran. Diskusi bisa berjalan dengan baik jika anak didik
yang menduskisikan suatu materi itu benar-benar telah menguasai sebagian dari
inti materi tersebut. Akan tetapi jika peserta diskusi yakni anak didik tidak
paham akan hal tersebut maka bisa dipastikan diskusi tersebut tidak sesuai yang
diharapkan dalam pembelajaran.
f.
Metode perumpamaan
Perumpamaan
dilakukan oleh Rasul saw. sebagai satu metode pembelajaran untuk memberikan
pemahaman kepada sahabat, sehingga materi pelajaran dapat dicerna dengan baik.
Matode ini dilakukan dengan cara menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain,
mendekatkan sesuatu yang abstrak dengan yang lebih konkrit. Perumpamaan yang digunakan
oleh Rasulullah saw. sebagai satu metode pembelajaran selalu syarat dengan
makna, sehinga benar-benar dapat membawa sesuatu yang abstrak kepada yang
konkrit atau menjadikan sesuatu yang masih samar dalam makna menjadi sesuatu
yang sangat jelas.
g.
Metode
Pengulangan
Satu
proses yang penting dalam pembelajaran adalah pengulangan/latihan atau praktek
yang diulang-ulang. Baik latihan mental dimana seseorang membayangkan dirinya
melakukan perbuatan tertentu maupun latihan motorik yaitu melakukan perbuatan
secara nyata merupakan alat-alat bantu ingatan yang penting.
B. Teknik Mengajar Dalam Pendidikan
Islam
1. Pengertian Teknik Mengajar Dalam Pendidikan Islam
Teknik
pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam
mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.[9]
Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif
banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda
dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas.
Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang
berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya
tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun
dalam koridor metode yang sama.
Menurut
Gerlach dan Ely teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru
untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai.[10]
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, teknik diartikan sebagai metode atau sistem
mengerjakan sesuatu, cara membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan
dengan seni.
Dengan
demikian, Teknik Pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian
kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dari pengertian
diatas, ada dua hal yang perlu dicermati, yaitu: pertama, teknik pembelajaran
merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran. Kedua, teknik disussun
untuk mencapai tujuan tertentu.
Adapun
pengertian teknik pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu teknik yang
menjelaskan tentang komponen-komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran
pendidikan agama dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama-sama dengan bahan-bahan
tersebut untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara
efektif dan efisien.[11]
2. Jenis – Jenis Teknik Mengajar
Berikut
adalah jenis-jenis teknik pembelajaran secara umum:
a.
Teknik
Pembelajaran Ekspoitri
Teknik
Pembelajaran ekspoitri adalah teknik pembelajaran yang menekankan kepada proses
penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa
dengan maksud agar siswa dapat menguasai pelajaran dengan optimal. Metode
pembelajaran yang sering digunakan adalah metode ceramah.
b.
Teknik
Pembelajaran Inkuiri
Teknik
Pembelajaran inkuiri adalah rangkain kegiatan pembelajaran yang menekankan pada
proses berpikir secara kritis dan anilitis untuk mencari dan menemukan sendiri
jawaban dari suatu masalah.
c.
Teknik
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran
kooperatif merupakan teknik yang menggunakan model pembelajaran dengan
menggunakan sistem pengelompokan yang memiliki latar belakang kemampuan, jenis
kelamin, rasa tau suku yang berbeda.
3. Dasar – Dasar Memilih Teknik Mengajar
Secara
umum ada empat dasar dalam menentukan teknik pembelajaran, yakni:
a.
Mengindentifikasikan
dan menetapkan kekhususan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan.
b.
Memilih sistem
pendekatan belajar mengajar berdasarkan cita-cita dan pandangan hidup masyarakat.
c.
Memilih dan
menetapkan metode belajar mengajar yang dianggappaling tepat dan efektif
sehingga dapat dijadikan pegangan oleh pendidik dalam menunaikan tuganya.
d.
Memilih dan
menetapkan ukuran keberhasilan kegiatan belaja rmengajar sehingga dapat
dijadikan pedoman oleh guru untuk melakukan evaluasi (penilaian).
Selain
empat dasar diatas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan juga sebelum
mengembangkan teknik pembelajaran pendidikan agama, yakni:
a.
Tujuan
pembelajaran umum pendidikan Agama (dapat dilihat pada silabus atau garis-garis
besar program pembelajaran yang diberlakukan)
b.
Karakteristik
bidang studi pendidikan Agama
c.
Karakteristik
siswa yang akan mengikutinya (dapat diketahui melalui tes secara lisan maupun
tertulis, angket dan lainnya)
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode
dan teknik pembelajaran merupakan bagian sistem yang tidak terlepas dari
komponen-komponen lain, lalu berinteraksi didalamnya. Salah satu komponen dalam
proses tersebut adalah metode dan teknik pembelajaran, Sehingga membantu guru
dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran sesuai kondisi psikologi,
kemampuan pikiran, karakter dan prilaku. Pelaksanaan proses pembelajaran, guru
kadang lupa memperhatikan aspek psikologi anak, utamanya tahap perkembangan
kognitif, afektif dan psikomotorik. Proses pembelajaran kadang tidak sesuai
dengan target guru, sehingga apa yang ditangkap peserta didik tidak sesuai
dengan keinginan dan kemampuan peserta didiknya.
Metode
Pendidikan Islam dalam penerapannya banyak menyangkut permaslahan individual
atau sosial peserta didik dan pendidik itu sendiri sehingga dalam menggunakan
metode seorang pendidik harus memperhatikan dasar-dasar umum metode pendidikan
islam, sebab metode pendidikan itu hanyalah merupakan sarana atau jalan menuju
tujuan pendidikan, sehingga segala jalan yang ditempuh oleh seorang pendidik
haruslah mengacu pada dasar–dasar metode pendidikan tersebbut. Dalam hal ini
tidak bisa terlepas dari dasar agamis, biologis, psikologis, dan sosiologis.
Metode
pendidikan Islam harus diguankan dengan memperhatikan prinsip-prinsip yang
mampu memberikan pengarahan dan petunjuk tentang pelaksanaan metode penddikan
tersebut sebab dengan prinsip-prinsip ini diharapkan metode pendidikan Islam
dapat berfungsi lebih efektif dan efisien dan tidak menyimpang dari tujuan
semula dari pendidikan Islam. oleh karena itu, seorang pendidik
perlumemperhatikan prinsip-prinsip metode pendidikan, sehingga para pendidik
mampu menerapkan metode yang tepat dan cocok sesuai dengan kebutuhannya.
Para
ahli didik Islam telah merumuskan berbagai metode pendidikan Islam telah
merumuskan berbagai metode pendidikan Islam diantaranya :
1.
Metode Teladan
2.
Metode Nasihat
3.
Metode Ceramah
4.
Metode Tanya Jawab
5.
Metode Diskusi
6.
Metode perumpamaan
7.
Metode Pengulangan
Teknik
pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu teknik yang menjelaskan
tentang komponen-komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran pendidikan
agama dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama-sama dengan bahan-bahan
tersebut untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara
efektif dan efisien.
Berikut
adalah jenis-jenis teknik pembelajaran secara umum:
1.
Teknik Pembelajaran Ekspoitri
2.
Teknik Pembelajaran Inkuiri
3.
Teknik Pembelajaran Kooperatif
Secara
umum ada empat dasar dalam menentukan teknik pembelajaran, yakni:
1.
Mengindentifikasikan
dan menetapkan kekhususan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan.
2.
Memilih sistem
pendekatan belajar mengajar berdasarkan cita-cita dan pandangan hidup masyarakat.
3.
Memilih dan
menetapkan metode belajar mengajar yang dianggappaling tepat dan efektif
sehingga dapat dijadikan pegangan oleh pendidik dalam menunaikan tuganya.
4.
Memilih dan
menetapkan ukuran keberhasilan kegiatan belaja rmengajar sehingga dapat dijadikan
pedoman oleh guru untuk melakukan evaluasi (penilaian).
DAFTAR
PUSTAKA
Arifin, H.M., Ilmu Pendidikan
Islam, Jakarta, Bumi Aksara, 1996.
Ramayulis, H., Ilmu Pendidikan
Islam, Jakarta, Kalam Mulia, 2002.
An
Nahlawi Abdurahman, Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam
keluarga, sekolah dan di masyarakat, Bandung, CV Diponegoro, 1996.
Uhbiyati Nur, Ilmu Pendidikan
Islam, Bandung, CV Pustaka Setia, 1999.
Nata, Abuddin, Filsafat Pendidikan
Islam, Jakarta, Gaya Media Pratama, 2005.
[1] Qamari Anwar, Pendidikan
sebagai karakter budaya bangsa, (Jakarta, UHAMKA Press, 2003).
[2]
Ramayulis dan Samsu Nizar, Filsafat
Pendidikan Islam Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya,
(Jakarta : Kalam mulia, 2009).
[3] Shalih Abd. Al Aziz, At
tarbiyah wa thuriq al tadris, (Kairo, maarif, 119 H), dalam Ramayulis, Metodologi
Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2008).
[4] Surakhmad, Pengantar
interaksi Belajar Mengajar, (Bandung : Tarsito, 1998).
[5] Ramayulis, Metodologi Pendidikan
Agama Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2008).
[6] Ramayulis dan Samsu Nizar, Filsafat
Pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam mulia, 2009).
[7] Ramayulis, Ilmu Pendidikan
Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2008).
[8] Depag RI., Al Quran dan
terjemahannya, 1989 :77 Al-Ahzab ayat 21
[9] Omar Mohammad, Falsafah
Pendidikan Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1979).
[10] Shalih Abd. Al Aziz, At
tarbiyah wa thuriq al tadris, (Kairo, maarif, 119 H), dalam Ramayulis, Metodologi
Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2008).
[11] Ramayulis dan Samsu Nizar, Filsafat
Pendidikan Islam Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya, (Jakarta
: Kalam mulia, 2009).
